02 Februari 2004

Bahasa Indonesia - Mengapa Bahasa Melayu?



Mungkin sesetengah dari kita tertanya mengapa Bahasa Melayu dijadikan Bahasa Indonesia - bahasa penyatuan Republik Indonesia yang terdiri dari pelbagai suku kaum, walaupun dari satu rumpun. Malah ada yang mempertikaikan mengapa bahasa Melayu telah dijadikan bahasa Indonesia, sedangkan suku Melayu bukanlah majoriti di Indonesia. Perkara ini dianggap unik kerana di sesetengah negara, bahasa kaum majoriti masih dipertikaikan sebagai bahasa kebangsaan. Contohnya di Filipina, penduduk bukan berbahasa Tagalog tidak mahu menerima bahasa itu dan di India, sedang bahasa Hindi seperti yang mahu dijadikan bahasa kebangsaan oleh Mahatma Gandhi, ramai yang menutur bahasa Inggeris.

Bahasa yang digunakan sekarang adalah berasal dari Kepulauan Riau dan merupakan bahasa yang dipanggil Bahasa Melayu Tinggi. Puncak kegemilangan bahasa ini ialah di zaman Kesultanan Johor-Riau, di mana banyak karya sastera dihasilkan oleh Raja Ali Haji.

Berikut adalah excerpt yang diambil dari mail2.factsoft.de:

Dalam kongres para pemuda tahun 1928, telah diikrarkan oleh perkumpulan-perkumpulan pemuda dari seluruh penjuru Nusantara yang menyatakan berbangsa satu, bangsa Indonesia, berbahasa satu, bahasa Indonesia, dan bertanah air satu, tanah air Indonesia. Di situ jelas bahwa Bahasa Indonesia telah dijadikan bahasa nasional. Ini ditegaskan kembali dalam konstitusi kita.

Salah satu alasan pemilihan Bahasa Melayu sebagai bahasa nasional dan menjadi Bahasa Indonesia adalah alasan politis untuk mengangkat harga diri sebagai satu bangsa dan tidak lagi dijajah secara politis dan kultural oleh bangsa asing. Mengapa bahasa Melayu? Sebab, Bahasa Melayu sudah tersebar ke penjuru Nusantara sebagai bahasa perdagangan antar etnis, dan lagi pula cukup mudah untuk dipelajarinya. Mengapa tidak diambil bahasa Jawa? Sebab, Bahasa Jawa lebih rumit dan hanya dipakai di lingkungan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Lagipula, orang Jawa terpelajar umumnya sudah bisa berbahasa Melayu karena kontak mereka yang sudah luas.


Pos berkaitan:
10 Bahasa Paling Dipertuturkan Di Dunia

1 ulasan:

  1. Banyak warga negara Papua, Maluku, dan Atjeh tidak bersedia bertutur bahasa endonesa, karena itu bahasa penjajah. Djawa atau Djakarta telah menguras harta kekayaan bangsa Papua, Maluku, dan Atjeh. Hanya sedikit yang dibagi pada mereka, banyak yang dikuras abis dibawa ke Jakarta. Bangsa Papua, Maluku, dan Atjeh tetap dipelihara dalam kebodohan dan kemiskinan agar tetap terus dapat dijajah oleh Djawa Djakarta.

    BalasPadam

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...